Jumat, 28 Maret 2008

Domestic Violence Against Women


I was once told - NO MATTER HOW MUCH YOU LOVE THIS MAN, NO MATTER HOW MUCH HE MAY LOVE YOU, BUT IF EVER HE LIFTS A HAND AND HITS YOU. HE'S NOT WORTH IT.
I do not think this is easy. But I guess it is true. I got flowers today. it wasn't my birthday or any special day. We had our first argument last night, and he said a lot of cruel things that really hurt me. I know he is sorry and didn't mean the things he said, because he sent me flowers today.
I got flowers today. It wasn't our anniversary or any other special day. Last night, he threw me into a wall and started to choke me. it seems like a nightmare. I couldn't believe it was real. I woke up this morning sore and bruised all over. I know he must be sorry. Because he sent me flowers today.
I got flowers today, and it wasn't Mother's Day or any other special day. Last Night he beat me up again. And it was much worse than all the other times. If I leave him, what will i do? How will I take care of my kids? What about money? I'm afraid of him and scared to leave. But I know he must be sorry because he sent me flowers today.
I got flowers today. Today was a very special day. It was the day of my funeral. last night, he finally killed me. He beat me to death. If only I had gathered enough courage and strength to leave him, I would not have gotten flowers today.

AKU MAU MAMA KEMBALI

Aku Mau Mama Kembali - Sebuah kisah teladan dari negeri China

Untuk siapapun yang mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari ortu
kuncinya satu memaafkan , sehingga kedamaian ada pada hidup kita , jaman
dulu sdh biasa ortu bertindak seperti itu , banyak faktor, salah satunya
kemiskinan dan pendidikan yg rendah. Moga2 tulisan dibawah ini membawa
kita semua, terutama yg mengalami hal2 buruk, setelah membaca e-mail
ini ada damai dalam hidup kita, Amin.

Di Propinsi Zhejiang China, ada
seorang anak laki-laki yang luar
biasa,
sebut saja namanya Zhang Da.
Perhatiannya yang besar kepada
Papanya,
hidupnya yang pantang menyerah dan mau
bekerja keras, serta tindakan dan
perkataannya yang menyentuh hati
membuat Zhang Da, anak lelaki yang
masih berumur 10 tahun ketika memulai
semua itu, pantas disebut anak yang
luar
biasa. Saking jarangnya seorang anak
yang berbuat demikian, sehingga
ketika Pemerintah China mendengar dan
menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat
maka merekapun memutuskan untuk
menganugerahi penghargaan Negara yang
Tinggi
kepadanya. Zhang Da adalah salah satu
dari sepuluh orang yang dinyatakan
telah melakukan perbuatan yang luar
biasa dari antara 1,4 milyar
penduduk China . Tepatnya 27 Januari
2006 Pemerintah China , di Propinsi
Jiangxu,
kota Nanjing , serta disiarkan secara
Nasional keseluruh pelosok negeri,
memberikan penghargaan kepada 10
(sepuluh) orang yang luar biasa, salah
satunya adalah Zhang Da.

Mengikuti kisahnya di televisi,
membuat saya ingin menuliskan cerita
ini
untuk melihat semangatnya yang luar
biasa. Bagi saya Zhang Da sangat
istimewa dan luar biasa karena ia
termasuk 10 orang yang paling luar
biasa di antara 1,4 milyar manusia.
Atau lebih tepatnya ia adalah yang
terbaik
diantara 140 juta manusia. Tetapi jika
kita melihat apa yang
dilakukannya dimulai ketika ia berumur
10 tahun dan terus dia lakukan sampai
sekarang
(ia berumur 15 tahun), dan
satu-satunya anak diantara 10 orang
yang
luarbiasa tersebut maka saya bisa
katakan bahwa Zhang Da yang paling
luar biasa di antara 1,4 milyar
penduduk China .

Pada waktu tahun 2001, Zhang Da
ditinggal pergi oleh Mamanya yang
sudah
tidak tahan hidup menderita karena
miskin dan karena suami yang sakit
keras. Dan sejak hari itu Zhang Da
hidup dengan seorang Papa yang tidak
bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan
sakit-sakitan. Kondisi ini
memaksa seorang bocah ingusan yang
waktu itu belum genap 10 tahun untuk
mengambil tanggungjawab yang sangat
berat. Ia harus sekolah, ia harus
mencari
makan untuk Papanya dan juga dirinya
sendiri, ia juga harus memikirkan
obat-obat yang yang pasti tidak murah
untuk dia. Dalam kondisi yang seperti
inilah
kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia
masih terlalu kecil untuk
menjalankan tanggung jawab yang susah
dan pahit ini. Ia adalah salah satu
dari
sekian banyak anak yang harus menerima
kenyataan hidup yang pahit di dunia
ini.
Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda
adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak
dengan melakukan kejahatan,
melainkan memikul tanggungjawab untuk
meneruskan kehidupannya dan
papanya.
Demikian ungkapan Zhang Da ketika
menghadapi utusan pemerintah yang
ingin tahu apa yang dikerjakannya. Ia
mulai lembaran baru dalam hidupnya
dengan terus bersekolah. Dari rumah
sampai sekolah harus berjalan kaki
melewati
hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan
ke sekolah itulah, Ia mulai makan
daun, biji-bijian dan buah-buahan yang
ia temui. Kadang juga ia
menemukan sejenis jamur, atau rumput
dan ia coba memakannya. Dari
mencoba-coba
makan itu semua, ia tahu mana yang
masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan
mana
yang tidak bisa ia makan. Setelah jam
pulang sekolah di siang hari dan
juga sore hari, ia bergabung dengan
beberapa tukang batu untuk membelah
batu-batu besar dan memperoleh upah
dari pekerjaan itu. Hasil kerja
sebagai tukang batu ia gunakan untuk
membeli beras dan obat-obatan untuk
papanya.
Hidup seperti ini ia jalani selama
lima tahun tetapi badannya tetap
sehat, segar dan kuat.

ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.

Sejak umur 10 tahun, ia mulai
tanggungjawab untuk merawat papanya.
Ia
menggendong papanya ke WC, ia menyeka
dan sekali-sekali memandikan
papanya, ia membeli beras dan membuat
bubur, dan segala urusan papanya,
semua dia
kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan
kasih. Semua pekerjaan ini
menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya.

Obat yang mahal dan jauhnya tempat
berobat membuat Zhang Da berpikir
untuk menemukan cara terbaik untuk
mengatasi semua ini. Sejak umur
sepuluh
tahun ia mulai belajar tentang
obat-obatan melalui sebuah buku bekas
yang ia
beli. Yang membuatnya luar biasa
adalah ia belajar bagaimana seorang
suster memberikan injeksi/suntikan
kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia
mampu,
ia nekad untuk menyuntik papanya
sendiri. Saya sungguh kagum, kalau
anak
kecil main dokter-dokteran dan
suntikan itu sudah biasa. Tapi jika
anak 10
tahun memberikan suntikan seperti
layaknya suster atau dokter yang sudah
biasa
memberi injeksi saya baru tahu hanya
Zhang Da. Orang bisa bilang apa
yang dilakukannya adalah perbuatan
nekad, sayapun berpendapat demikian.
Namun jika kita bisa memahami
kondisinya maka saya ingin katakan
bahwa Zhang
Da adalah anak cerdas yang kreatif dan
mau belajar untuk mengatasi
kesulitan yang sedang ada dalam hidup
dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan
menyuntik papanya sudah dilakukannya
selama lebih kurang lima tahun, maka
Zhang Da
sudah trampil dan ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para
artis dan orang terkenal yang hadir
dalam acara penganugerahan penghargaan
tersebut sedang tertuju kepada
Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya
kepadanya, "Zhang Da, sebut saja kamu
mau apa, sekolah di mana, dan apa yang
kamu rindukan untuk terjadi dalam
hidupmu, berapa uang yang kamu
butuhkan sampai kamu selesai kuliah,
besar nanti mau kuliah di mana, sebut
saja. Pokoknya apa yang kamu
idam-idamkan sebut saja, di sini ada
banyak pejabat, pengusaha, orang
terkenal yang
hadir. Saat ini juga ada ratusan juta
orang yang sedang melihat kamu
melalui layar televisi, mereka bisa
membantumu!" Zhang Da pun terdiam
dan tidak menjawab apa-apa. MC pun
berkata lagi kepadanya, "Sebut saja,
mereka bisa membantumu" Beberapa menit
Zhang Da masih diam, lalu dengan suara
bergetar iapun menjawab, "Aku Mau Mama
Kembali. Mama kembalilah ke
rumah, aku bisa membantu Papa, aku
bisa cari makan sendiri, Mama
Kembalilah!"
demikian Zhang Da bicara dengan suara
yang keras dan penuh harap.

Saya bisa lihat banyak pemirsa
menitikkan air mata karena terharu,
saya
pun tidak menyangka akan apa yang
keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak

minta kemudahan untuk pengobatan
papanya, mengapa ia tidak minta
deposito yang
cukup untuk meringankan hidupnya dan
sedikit bekal untuk masa depannya,
mengapa ia tidak minta rumah kecil
yang dekat dengan rumah sakit,
mengapa ia tidak minta sebuah kartu
kemudahan dari pemerintah agar ketika
ia
membutuhkan, melihat katabelece yang
dipegangnya semua akan membantunya.
Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang
saya tahu apa yang dimintanya,
itulah yang paling utama bagi dirinya.
Aku Mau Mama Kembali, sebuah
ungkapan yang mungkin sudah
dipendamnya sejak saat melihat mamanya
pergi
meninggalkan dia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan
sehebat Zhang Da dalam mensiasati
kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita
pastinya telah dikaruniai
kemampuan dan kekuatan yg istimewa
untuk menjalani ujian di dunia.
Sehebat apapun
ujian yg dihadapi pasti ada jalan
keluarnya...ditiap-tiap kesulitan ada
kemudahan dan Allah tidak akan
menimpakan kesulitan diluar kemampuan
umat-Nya. Jadi janganlah menyerah
dengan keadaan, jika sekarang sedang
kurang beruntung, sedang mengalami
kekalahan.... bangkitlah! karena
sesungguhnya kemenangan akan diberikan
kepada siapa saja yg telah
berusaha sekuat kemampuannya.

PESAN SANG AYAH

PESAN SANG AYAH..


Dahulu kala Ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal :

1). Jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, Dan
2). Jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.
Jawab anak yang bungsu : Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, Dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko Dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari.
Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung : Ini semua adalahkarena saya mentaati pesan ayah.
Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit Dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, Dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu Dan tokoku menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama.

Bagaimana dengan anda?

Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda jika Kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat Kita success tetapi Kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena routinitas Kita ..pilihan Ada di tangan anda.

“Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa"

Rabu, 26 Maret 2008

Nice Poetry

Ini salah satu puisi yang menurut gw enak buat dibaca.. Paling ngga, gw ga bosen untuk baca puisi ini berkali-kali.. Ya... kalo gw bilang sih ga norak, tapi ga tau deh menurut orang lain yang baca..

Puisi ini diambil dari buku "Catatan Seorang Demonstran" pengarangnya Soe Hok Gie.. itu loh, yang pernah dijadiin film. Judulnya "Gie" yang main jadi pemeran utamanya Nicholas Saputra. Well.. gak da salahnya kan lo baca juga.. Siapa tau lo juga suka..





Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah

Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza

Tapi aku ingin menghabiskan waktuku di sisimu sayangku

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu

Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandala Wangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang

Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

Tapi aku ingin mati di sisimu manisku

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya

Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

Mari sini sayangku

Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku

Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung

Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita tak kan kehilangan apa-apa